Konfigurasi .env
NusaFramework menggunakan file .env untuk memisahkan konfigurasi (database, port, kunci JWT) dari kode sumber.
File .env Default
.env
# Aplikasi
NAMA_APP="Toko API"
VERSI_APP="1.0.0"
# Server
PORT=8080
MODE=development # development atau production
# Database (SQLite)
DB_DRIVER=sqlite
DB_PATH=database/toko.db
# Database (MySQL) — pilih salah satu
# DB_DRIVER=mysql
# DB_PATH=user:password@tcp(localhost:3306)/nama_db
# Keamanan
RAHASIA_JWT=ganti-dengan-kunci-sangat-panjang-dan-acak
EXPIRE_JWT=86400 # detik (86400 = 24 jam)
Menggunakan env_muat dan env_dapatkan
config/app.ns
// Muat file .env (dipanggil di config/app.ns)
env_muat(".env")
// Ambil nilai dengan default fallback
buat PORT = ke_bilangan(env_dapatkan("PORT", "8080"))
buat MODE = env_dapatkan("MODE", "development")
buat DB_DRIVER = env_dapatkan("DB_DRIVER", "sqlite")
buat DB_PATH = env_dapatkan("DB_PATH", "database/app.db")
buat RAHASIA_JWT = env_dapatkan("RAHASIA_JWT", "rahasia")
buat NAMA_APP = env_dapatkan("NAMA_APP", "NusaApp")
Referensi Fungsi
| Fungsi | Deskripsi |
|---|---|
env_muat(path) | Baca file .env dari path yang diberikan |
env_dapatkan(kunci) | Baca env var (OS env atau .env) |
env_dapatkan(kunci, default) | Baca env var dengan nilai default jika tidak ditemukan |
🔐 Keamanan: Jangan pernah commit file
.env ke git! Tambahkan .env ke .gitignore. Gunakan .env.example sebagai template yang boleh di-commit.